PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki
batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan
masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat yang diakui dan
dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
BAB II
GAMBARAN UMUM
KONDISI DESA
2.1.
Sejarah Desa
2.1.1. Asal-usul / Legenda Desa
Pada zaman Dahulu datanglah orang Madura yang bernama :
1.
Buyut Jasa
2.
Buyut Sarse
3.
Buyut Dunung
4.
Buyut Padi
Mereka menginjakkan Kakinya ke Desa Kapongan sekitar
pada Pada Tahun 1823 , asal mula Kata Kapongan bermula ketika para Buyut –
buyut tersebut diatas berkumpul di suatu
tempat yakni di sumur tantu untuk menampung aspirasi / gagasan bermusyawarah
untuk pembuatan bendungan Sampean Lama
dan menamainya dengan saluran Kapongan, maka kata – kata Kapongan bermula
ketika ditempat sumur tantu itu dijadikan tempat Penampungan , sehingga tempat
tersebut di namai Desa KAPONGAN.
Desa KAPONGAN merupakan salah satu Desa di Kecamatan
Kapongan yang terletak di bagian utara. Sedangkan batas wilayah sebelah utara
Desa Kesambirampak, sebelah timur
Desa Landangan
dan Peleyan , sebelah selatan Desa Juglangan
Kecamatan Panji sebelah barat Desa Panji
Lor Kecamatan Panji
dan Kesambirampak .
Luas wilayah Desa KAPONGAN 310,8 Ha yang merupakan tanah datar ketinggian Desa dari permukaan laut 0 – 5 m yang terbagi
dari 3 dusun dengan
kondisi jalan lingkungan sebagian beraspal,sedangkan jarak kantor Desa KAPONGAN
ke kantor Kecamatan Kapongan
1,1
Km dengan kondisi jalan aspal dan dapat dilalui kendaraan roda empat .
Sejak berdirinya sampai sekarang Desa KAPONGAN telah
dipimpin Delapan Kepala Desa. Nama – nama yang dikenal dan di ingat oleh para
sesepuh Desa Masyarakat KAPONGAN hanya 8 Orang. Yaitu :
1.
Jamidin Suringgati ( 1946 – 1952 )
2.
Supat (
1953 – 1959 )
3.
Suyoto (
1952 – 1959 )
4.
Tajab (
1960 – 1969 )
5.
Samud (
1970 – 1977 )
6.
Sarip (
1978 – 1983 )
7.
Acis Suryo Adi Laksono ( 1984 – 2001 )
8.
Untung Slamet ( 2002 – 2013)
9.
Yuli Rahman, S.Pd ( 2014 – Sekarang)
Desa KAPONGAN mayoritas
penduduknya adalah Petani dan melihara sapi, serta memiliki produk ungulan
tanaman Padi.
2.1.2. Sejarah
Pemerintahan Desa
Tabel 1.
Sejarah Pemerintahan Desa
2.3.
Sosial Budaya Desa
2.1.
Kondisi Geografis
( berisi luas wilayah dan letak
geografis daerah, topografi, hidrologi dan klimatologi, luas dan sebaran
kawasan budidaya, kawasan lindung dan kawasan rawan bencana, serta informasi
geografis lainnya )
Tabel 3.
Kondisi Geografs
No
|
Uraian
|
Keterangan
|
1
|
Luas wilayah : 310,8 Ha
|
|
2
|
Jumlah dusun : 3 Dusun
1) Dusun Krajan
2) Dusun Tengah
3) Dusun Gudang
|
|
3
|
Batas wilayah :
a. Utara : Desa Kesambirampak
b. Timur : Desa Peleyan dan Desa Landangan
c. Selatan
: Desa Juglangan
d. Barat : Desa Panji Lor dan Desa Kesambirampak
|
|
4
|
Topografi
:
Ketinggian
dari Permukaan Air Laut yaitu 500
meter.
|
|
5
|
Hidrologi
:
1. 3 – 6 Bulan, Bulan Basah
2. 3 – 6 Bulan, Bulan Kering
|
|
6
|
Klimatologi
:
Musim
Hujan : Mulai Oktober s/d April
Musim
Kemarau : Mulai Mei s/d September
|
|
7
|
Luas
lahan pertanian : 254 Ha.
|
|
8
|
Luas
lahan perkebunan : 54
Ha
|
|
9
|
Luas
lahan Kering : Ha.
|
|
10
|
Luas
lahan Lain-lain : 2 Ha.
|
|
11
|
Kawasan
rawan bencana :
…………………………………………………
…………………………………………………
|
|
|
Dst
……………..
|
|
2.2.
Perekonomian Desa
(berisi deskripsi dan statistik
perekonomian desa berupa pajak, retribusi, sewa tanah kas desa, Alokasi Dana
Desa dan Sumber penerimaan desa lainnya)
(berisi deskripsi dan statistik sosial
budaya desa tentang kependudukan, kondisi kesehatan, pendidikan, kesejahteraan
sosial, agama, pemuda dan olah raga, kebudayaan dll)
Tabel 5.
Kondisi Sosial Budaya Desa
No.
|
Uraian
|
Jumlah
|
Keterangan
|
1
|
Kependudukan
A.
Jumlah Penduduk (jiwa)
B.
Jumlah KK
C.
Jumlah laki-laki
a.
0 – 15 tahun
b.
16 – 55 tahun
c.
Diatas 55 tahun
D.
Jumlah perempuan
a.
0 – 15 tahun
b.
16 – 55 tahun
c.
Diatas 55 tahun
|
2.194
942
1.171
582
1.497
392
1.723
638
1.671
414
|
|
2
|
Kesejahteraan
Sosial
a.
Jumlah KK Kaya
b.
Jumlah KK Sedang
c.
Jumlah KK Miskin
|
780
210
302
|
|
3
|
Tingkat Pendidikan
a.
Tidak tamat SD
b.
SD
c.
SLTP
d.
SLTA
e.
Diploma/Sarjana
|
251
1.096
175
105
37
|
|
4
|
Mata Pencaharian
a.
Buruh Tani
b.
Petani
c.
Peternak itik
d.
Pedagang
e.
Tukang Kayu
f.
Tukang Batu
g.
Penjahit
h.
PNS
i.
Pensiunan
j.
TNI/Polri
k.
Perangkat Desa
l.
Pengrajin
m.
Pengangguran
n.
Penggilingan Gabah
o.
Lain – lain
|
400
900
4
275
15
11
4
31
13
3
11
-
763
3
-
|
|
5
|
Agama
a.
Islam
b.
Kristen
c.
Protestan
d.
Katolik
e.
Hindu
f.
Budha
|
2190
-
-
-
-
-
|
|
Dari tabel tersebut diatas dapat
disimpulkan bahwa :
1)
Kependudukan
Jumlah usia produktif lebih
banyak dibanding dengan usia anak-anak dan lansia. Perbandingan usia anak-anak,
produktif, dan lansia adalah sebagai berikut: 30 % : 50 % : 20 %. Dari 5190, jumlah penduduk yang berada pada
kategori usia produktif, 50%
diantaranya adalah wanita. Dengan kata jumlah wanita pada kategori usia
produktif lebih dominan dibanding laki-laki.
2)
Kesejahteraan
Jumlah RTM dan
RTSM jauh lebih banyak dibanding dengan keluarga kaya dan sedang. Perbandingan
KK Kaya 30 % KK, sedang 20 %, RTM 50 %, Hal ini menunjukkan tingkat
kesejahteraan masyarakat masih rendah. Untuk itu diperlukan program yang bisa
mengurangi angka Rumah Tangga Miskin.
3)
Tingkat
Pendidikan
Mayoriyas
masyarakat KAPONGAN sudah sadar akan
pentingnya pendidikan
4)
Mata
Pencaharian
Jumlah terbesar
mata pencaharian Masyarakat yaitu Buruh Tani, Petani dan Peternak. Peternak di
Desa KAPONGAN adalah sekala kecil hanya sebagai pekerja sampingan warga,
sedangkan pada sektor buruh tani sangat besar. Hal ini disebabkan oleh
kepemilikan lahan warga yang sedikit Mata pencaharian lainnya + 5%.
5)
Agama
Agama Islam
adalah Agama Mayoritas yang dianut oleh warga Masyarakat KAPONGAN.
2.4.
Prasarana dan Sarana Desa
(berisi deskripsi dan statistik
prasarana dan sarana desa mencakup prasarana dan sarana sosial ekonomi, sosial
budaya, transportasi dan perhubungan, telekomunikasi dan informasi, pengairan,
drainase, air bersih, air limbah, energi dan lainnya)
Tabel
6. Prasarana dan Sarana Desa
No
|
Jenis
Prasarana dan Sarana Desa
|
Jumlah
|
Keterangan
|
1
|
Kantor Desa
|
1
|
Kurang Bagus
|
2
|
Gedung SLTA
|
-
|
|
3
|
Gedung SLTP
|
1
|
|
4
|
Gedung SD
|
3
|
|
5
|
Gedung TK
|
1
|
|
6
|
Gedung PAUD
|
1
|
|
7
|
Masjid
|
1
|
|
8
|
Musholla
|
10
|
|
9
|
Pasar Desa
|
-
|
|
10
|
Jalan Aspal
|
3
|
Lokasi
|
11
|
Jalan Telfold
|
-
|
|
12
|
Rabat Beton
|
-
|
|
13
|
|
|
|
Dari tabel tersebut diatas dapat
disimpulkan bahwa :
Dari jenis sarana prasarana diatas, Kantor Desa masih
perlu direhabilitasi karena bagian Atap Langit – langit dan talang Balai Desa rusak. Sarana pendidikan ada akan tetapi
sarana penunjangnya tidak Lengkap . Seperti alat Bermain dan APE serta perpustakaan.
2.5.
Pemerintahan Umum
(berisi deskripsi dan statistik
pemerintahan umum desa mencakup pelayanan kependudukan, pemakaman, perijinan,
pasar tradisional, ketentraman dan ketertiban umum, pelayanan dari pedukuhan
serta pelayanan umum
pemerintahan lainnya kepada masyarakat desa)
Tabel 7.
Pemerintahan Umum
No
|
Uraian
|
Keberadaan
|
Keterangan
|
|
Ada
|
Tidak
|
|||
|
Pemerintahan Desa
|
Ö
|
-
|
Baik
|
|
Puskesmas Pembantu
|
Ö
|
-
|
Baik
|
|
PKK
|
Ö
|
-
|
Baik
|
|
LPMD
|
Ö
|
-
|
Baik
|
|
Posyandu
|
Ö
|
-
|
Baik
|
|
Kel. Pengajian
|
Ö
|
-
|
Baik
|
|
BPD
|
Ö
|
-
|
Baik
|
|
Desa Siaga
|
Ö
|
-
|
Baik
|
|
Pemakaman Umum
|
Ö
|
-
|
Baik
|
|
Pasar Tradisional
|
|
Ö
|
-
|
|
Gapoktan
|
Ö
|
-
|
Baik
|
Dari tabel tersebut diatas dapat
disimpulkan bahwa :
Pemerintahan umum Desa didukung oleh semua warga desa.
Hal ini dibuktikan dengan adanya lembaga-lembaga sosial masyarakat yang
berjalan seperti Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN), Kelompok Pengajian,
Organisasi Kepemudaan. Dalam pelayanan kepada masyarakat sangat diperhatikan
baik yang bersifat administrasi, ataupun pelayanan kesehatan seperti kegiatan
rutin Posyandu.
BAB
III
VISI
DAN MISI
1.
Visi Desa
“TERWUJUDNYA
KESEJAHTERAAN DAN JATI DIRI DESA KAPONGAN YANG BERIMAN, MANDIRI, DINAMIS,
DEMOKRATIS DAN BERKEADILAN”
Nilai-nilai yang melandasi:
a.
Bahwa masyarakat desa KAPONGAN merupakan
masyarakat yang agamis, mantap dan berkembangnya kehidupan beragama.
b.
Budaya masyarakat Desa KAPONGAN sebagai
perwujudan cipta, rasa, karsa dan karya masyarakat desa KAPONGAN yang dilandasi
nilai-nilai luhur diupayakan menjiwai perilaku masyarakat dan pelaksana
pembangunan serta menbangkitkan sikap manunggaling roso, suko ambangun.
Makna yang terkandung:
a.
Terwujudnya:
terkandung didalamnya peran pemerintah dalam mewujudkan KAPONGAN yang beriman,
sejahtera, mandiri, dinamis dan berkeadilan.
b.
KAPONGAN
: adalah satu kesatuan masyarakat hukum dengan segala
potensinya dalam sistem pemerintahan di wilayah desa KAPONGAN.
c.
Kesejahteraan:
adalah kondisi kehidupan individu dan masyarakat yan terpenuhi kebutuhan lahir
dan batin.
d.
Berjati
diri: adalah sikap mental/perilaku yang dimiliki masyarakat KAPONGAN.
e.
Beriman:
adalah perilaku individu masyarakat yang agamis, berakhlak mulia dan
berketuhanan Yang Maha Esa.
f.
Mandiri:
adalah suatu kondisi kehidupan yang kreatif, inovatif, produktif dan
partisipatif sehingga mampu memenuhi kebutuhannya sendiri.
g.
Dinamis:
adalah keadaan yang selalu berkembang sehingga mampu memiliki keunggulan dan
daya saing sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi.
h.
Demokratis:
adalah Pemerintah Desa yang mampu menampung aspirasi masyarakat dalam segala
aspek kehidupan dengan mengutamakan musyawarah untuk mufakat, sehingga tercapai
kesepahaman dan keseimbangan dalam tatanan kehidupan berbangsa, bernegara dan
bermasyarakat.
i.
Berkeadilan:
adalah terwujudnya kesamaam hak dan kewajiban dalam segala aspek kehidupan
tanpa membedakan latar belakang suku, agama, ras dan golongan.
2.
Misi Desa
a.
Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada
Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan berbangsa, bernegara.
b.
Mengembangkan perekonomian dengan
pemberdayaan masyarakat dan optimalisasi pengelolahan SDA yang berwawasan
lingkungan.
c.
Mewujudkan SDM yang profesional dan
meningkatkan sarana dan prasarana melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan tehnologi.
d.
Mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih
melalui pelaksanaan Otonomi Daerah.
e.
Mewujudkan suasana yang aman dan damai
melalui kepastian, penegakan dan perlindungan hukum.
BAB
IV
STRATEGI
PEMBANGUNAN DESA
(Bab ini berisi strategi
pembangunan desa dalam mengimplementasikan program desa sebagai payung roda perumusan
program dan kegiatan pembangunan di dalam mewujudkan visi dan misi)
Pembangunan Desa KAPONGAN memerlukan pemikiran yang
matang dan kerja keras ekstra serta didukung oleh semua pihak. Beberapa
strategi pembangunan yang perlu diterapkan di masyarakat antara lain :
·
Peningkatan SDM sebagai faktor penting penunjang
Pembangunan.
·
Mengembalikan sifat gotong royong dan swadaya masyarakat
dalam melaksanakan.
·
Pemanfaatan SDA yang ada di Desa secara Optimal.
·
Optimalisasi kinerja Lembaga Kemasyarakatan dan
Pemerintahan Desa demi pelayanan kepada Masyarakat.
·
Meningkatkan pengetahuan dan kualitas SDM petani yang
merupakan mayoritas mata pencaharian penduduk Desa KAPONGAN
·
Pembangunan infrastruktur dan fasilitas – fasilitas yang
sangan bersentuhan langsung dengan masyarakat, serta sebagai penunjang dari
pembangunan itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar